Loading...

Study Exchange on Clinical Acupuncture in China


IMG_2774
Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Hal ini dilakukan mulai tanggal 21-27 Oktober oleh rombongan Dit.Bina Yankes Tradkom yang dipimpin langsung oleh Dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes - Direktur Bina Yankes Tradkom. Turut serta pula dr. Yuniati Situmorang,M.Kes (Kasubdit Bina Yankes Ketrampilan), dr. Gita Swisari, MKM (Kasie Standarisasi Yankes Alkom ), dr. Feby Anggraini (pengelola program yankes ramuan).

Study Exchange on Clinical Acupuncture dilaksanakan di Nanjing University  Chinese  Medicine dengan 2 kegiatan utama yaitu pendalaman aspek  manajerial dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pembiayaan khususnya akupunktur di Nanjing University TCM dan mengikuti diklat Akupunktur di Nanjing University TCM dan di rumah sakit (Jiangsu Province Hospital, Zhong Da Hospital, Nanjing Municipal Government  Hospital). Selain itu untuk melihat perkembangan industri pembuatan obat Tradisional/herbal China dilakukan kunjungan di pabrik obat Nanjing Haichang Chinese Group Corporation.

Pada pendalaman aspek manajerial yang meliputi pendidikan, pelatihan, penelitian, pembiayaan, rombongan diterima oleh Direktur Zhao Rong dan Wakil Direktur Prof. Zang Xu, Ph.D di Nanjing University TCM, dr. Ren dan dr. Hu di Jiangsu Province Hospital, dr. Xing di Zhong Da Hospital serta dr. Zhang dan dr. Cai di Nanjing Municipal Government  Hospital

Sistem pendidikan Nanjing University of TCM memadukan pendidikan TCM (akupunktur, herbal, tuina) dan western medicine. Untuk tingkatan  Bachelor (S1) membutuhkan waktu sekitar 5 tahun, Master (S2) 3 tahun, dan PhD (S3) 3 tahun serta tidak ada pembedaan dalam pemberian gelar (tetap gelar dokter) karena setiap kampus mengajarkan pendidikan tradisional dan western secara bersamaan. Pendidikan Traditional Chinese Medicine ini dievaluasi oleh WHO setiap 5 tahun. Selain itu, perwakilan dari 5 Universitas di Indonesia yaitu Univ. Ahmad Dahlan (Yogya), Univ Sriwijaya (Palembang), Univ. Sanata Dharma (Yogya), Univ. Diponegoro (Semarang) dan Univ Esa Unggul (Jakarta) sudah menandatangani MoU dengan Universitas Nanjing untuk bekerjasama dalam mengembangkan pengobatan tradisional yang ada.

Universitas Nanjing juga mengembangkan riset/penelitian agar metode TCM bisa mendapat pengakuan dari Negara Barat. Tahapan pembuatan obat tradisional dilakukan dengan mekanisme ujipraklinik pada hewan percobaan (grade I dan grade II) kemudian dilanjutkan dengan uji klinik. Apabila memenuhi persyaratan dan ketentuan dipasarkan secara umum. Pembagian kategori obat di China yaitu Obat utama, Obat untuk kesehatan (tonik) dan Obat yang dipakai untuk sehari-hari.

Pembiayaan kesehatan penduduk di China dibiayai oleh asuransi atau Instansi dimana mereka bekerja yang dibayarkan secara reimburs, untuk semua jenis tindakan termasuk biaya tindakan akupunktur, tuina dan pemberian obat herbal.

Pelayanan TCM di Rumah sakit untuk layanan akupunktur, tuina maupun layanan pengobatan Herbal dilakukan oleh Dokter dan diasistensi oleh Dokter yang sedang mengambil program Master. Perawat hanya di pekerjakan di unit layanan rawat inap. Di Cina yang boleh praktik akupunktur hanya dokter.

Sistem pelayanan kesehatan rujukan di China dilaksanakan secara berjenjang sama seperti di Indonesia mulai dari RS Kabupaten Zhong Da Hospital, RS Provinsi Jiangsu Province Hospital dan RS Umum Pusat Nanjing Municipal Governmental Hospital.

Zhong Da Hospital memberikan 2 jenis pelayanan yaitu pelayanan Kedokteran Barat di lantai satu dan layanan TCM dilantai dua. Dalam memberikan pelayanan RS membebaskan kepada pasien terhadap layanan apa yang mereka inginkan western atau TCM. Dalam memberikan terapi kepada pasien dokter-dokter TCM dapat merujuk pasien mereka kepada dokter-dokter kedokteran barat di lantai satu. Sehingga mereka bisa mengkombinasikan terapi dengan akupunktur dan tetap minum obat sediaan farmasi (paten) dalam mengatasi gejala penyakit. Apabila pasien ingin dilayanai secara murni dengan Terapi TCM tetap dapat dilayani yaitu tindakan dengan Akupunktur dan minum obat Herbal. Apabila akan merujuk pasien mereka akan merujuk ke RS Jiangsu Province Hospital atau Rumah sakit lain.

Jiangsu Province Hospital merupakan Rumah sakit Rujukan Tingkat Provinsi Nanjing. Rumah Sakit ini  merupakan integrasi  pengobatan Tradisional Chinese Medicine dengan Pengobatan Konvensional. Diagnosa tetap dilakukan oleh dokter, pasien bisa memilih terapi apa yang diinginkan. Obat yang diberikan di rumah sakit dalam bentuk obat tradisional (Extrac dan simplisia) dan obat konvensional. Poli mata meyediakan tetes mata yang terbuat dari herbal, yang dibuat oleh industry obat tradisional di China.

Nanjing Municipal Governmental Hospital merupakan rumah sakit rujukan tingkat pusat. Bagian akupunktur merupakan bagian dari unit rehabilitasi medik, yang menerima rujukan dari poli lainnya. Poli akupunktur menangani pasien stroke, neuralgia post herpetikum, insomnia, obesitas, Low back pain, dsb.

Materi yang diajarkan pada diklat akupunktur yaitu Penatalaksanaan terapi akupunktur pada penyakit Hipertensi, Penatalaksanaan Kombinasi Terapi Akupunktur dan Herbal pada Penyakit kanker Payudara, Penatalaksanaan Terapi Akupunktur pada Penderita Impotensi, Penatalaksanaan Terapi Akupunktur pada Penderita Diabetes, Penatalaksanaan Terapi Akupunktur pada Penurunan Berat badan.

Kegiatan diklat diakhiri dengan pemberian sertifikat pelatihan. Dit.Bina Yankes Tradkom akan menjalin kerjasama dengan Nanjing University of TCM untuk menelaah tenaga asing lulusan TCM Cina yang ingin bekerja di Indonesia serta bekerjasama dalam mengembangkan pelayanan kesehatan tradiosional di Indonesia. (Dr.Feby)