Loading...

Health Tourism


spaBisa dibilang Indonesia merupakan negara yang kaya. Kaya akan kekayaan alam yang tak tertandingi, tradisi adat istiadat yang beraneka ragam, serta berbagai pengobatan tradisional. Sejak zaman dahulu secara turun temurun baik di kalangan masyarakat biasa maupun di kalangan raja-raja kuno telah menggunakan ramuan yang berasal dari kekayaan alam untuk penyembuhan penyakit maupun untuk kebugaran. Seperti di Tapanuli dengan oukup, Sumatera Barat dengan Batangeh, di Banjar dengan Timung, jamu dan pijat dari Madura, Papua dengan Mahkota Dewa, Cendana di NTT sampai Kayu Putih dari Maluku.

Berbagai ramuan tumbuhan obat dan pengobatan tradisional asli Indonesia tersebut perlu dilestarikan dan ditingkatkan kualitasnya (tentu saja didukung dengan basis ilmiah kesehatan) agar bisa diintegrasikan di fasilitas pelayanan kesehatan sehingga mampu bersaing di pasar global bahkan bisa menarik minat wisatawan luar negeri untuk memanfaatkannya. Menurut data pola konsumsi global yang dipaparkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Rabu (4/1/2012), 27 persen konsumsi wisatawan global adalah kesehatan dan agama(Kompas).

Untuk itu, tahun 2012 menjadi tonggak dikembangkannya wisata kesehatan/health tourism di Indonesia. Health tourism merupakan perpaduan antara Medical Tourism dan Wellness Tourism. Wellness atau healthy lifesytle tourism yang memberikan layanan peningkatan kesehatan, pemeliharaan dan pencegahan yang lebih ditekankan pada relaksasi dan keindahan penampilan,  seperti pemeliharaan kecantikan, berat badan, dan kebugaran. Medical tourism memberikan pelayanan tindakan medik pengobatan konvensional maupun tradisional seperti operasi kecantikan (cosmetic surgery),  transplantasi organ,  khemoterapi, fisio terapi, pijat reflexi, tusuk jarum (akupunktur). Sasaran pengembangan health tourism adalah masyarakat lokal dan masyarakat manca negara.

Tanggal 28 November – 1 Desember 2012 merupakan saat yang tepat untuk memulai gerakan terpadu dalam pengembangan Health Tourism di Indonesia dengan dilaksanakannya International Health Tourism Conference. Tujuan dilaksanakannya konferensi tersebut adalah untuk memperkenalkan potensi pengembangan Health Tourism di Indonesia, mengembangkan dan mempromosikan sistem kesehatan di Indonesia menuju world class health care, mengetahui upaya pengembangan Health Tourism di negara ASEAN yang sudah berhasil baik, serta memperkuat hubungan regional negara-negara ASEAN dalam menuju global health tourism.

Pada saat temu media Health Tourism tanggal 2 November di Ruang Mahar  Marjono yang dipimpin oleh Dr.Untung Suseno, MPH (Ketua Pokja Health Tourism) yang didampingi oleh Dr.Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes -Direktur Bina Yankes Tradkom dijelaskan bahwa tema konferensiadalah PUBLIC AND PRIVATE PARTNERSHIP THROUGH INDONESIAN HEALTH TOURISM FOR CONTRIBUTING ASEAN COMMUNITY.

Konferensi akan dilaksanakan selama 4 hari dengan metode Seminar, pameran dan kunjungan lapangan dengan melibatkan narasumber dari lintas program dan lintas sektor baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan dukungan pendanaan dari APBN, ASEAN Foundation dan WHO.

Health tourism ini merupakan langkah awal dari ambisi Indonesia yang begitu besar. Untuk tahap pertama ini merupakan perkenalan potensi Indonesia atas sistem kesehatan  Indonesia yang diharapkan akan menarik minat negara lain untuk berinvestasi di Indonesia.

Untuk medical health tourism, di Indonesia sampai saat ini sudah terdapat 4 rumah sakit swasta yang telah berakreditasi internasional dan ada 9 rumah sakit pemerintah yang sedang proses untuk akreditasi internasional. Masing-masing fasilitas kesehatan tersebut memiliki produk-produk pelayanan khusus yang ditawarkan untuk health tourism. Sedangkan pelayanan spa merupakan salah satu produk yang ditawarkan untuk wellness tourism.

[caption id="attachment_5967" align="alignleft" width="300"]peta Destinasi Wisata (Data Kemenparenkraf)[/caption]

Disampaikan oleh Dr.Untung bahwa Indonesia menjadi salah satu destinasi yang besar untuk wisatawan. Melalui health tourism ini, kita ingin memberitahu dunia bahwa apa yang diinginkan orang asing semua ada di Indonesia (kebugaran, pengobatan dan wisatawan). Dari segi teknologi, Indonesia tidak kalah dengan negara lain cuma Indonesia lemah dalam publikasi.

Dr. Abidinsyah menyebutkan pada akhir acara bahwa dengan health tourism ini kita memasuki era baru dimana kesehatan berpengaruh pada peningkatan jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia. Apalagi dengan kecendrungan/trend back to nature, dimana pengobatan tradisional berperan penting dalam promotif dan preventif. Kita tidak bisa membendung masyarakat Indonesia untuk berobat keluar negeri tapi yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.