Loading...

Bali Reborn, Kesiapan Bali Menerima Wisatawan



Jakarta - Merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh dunia memberi dampak yang besar terhadap penurunan jumlah wisatawan menuju Bali. Penurunan jumlah wisatawan tersebut sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata seperti hotel, perjalanan wisata, transportasi wisata, pemandu wisata, dan pengrajin oleh-oleh khas Bali. Bahkan Wakil Gubernur Bali menyatakan bahwa pada triwulan kedua 2020 pertumbuhan perekonomian Bali menglamai kontraksi yang cukup dalam hingga -10,98%.

Oleh karenanya hal ini harus diatasi segera agar Bali dapat bangkit, pariwisata kembali pulih. Oleh karenanya Kementerian Kesehatan berusaha untuk memberikan dukungan kepada Bali agar dapat segera bangkit dengan tidak lelahnya selalu mengkampanyekan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menjaga jarak). Juga yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya upaya 3T (testing, tracing, treatment) yaitu cepat menemukan kasus/suspek, cepat menemukan orang yang kontak erat, dan cepat menemukan orang yang kontak erat tersebut untuk dikarantina/diisolasi untuk dapat menurunkan dan memutus rantai penularan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kartini Rustandi dalam pembukaan acara webinar bertajuk “Penggalanagan Dukungan Kepatuhan Masyarakat dalam Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (22/04).

Kegiatan penggalangan dukungan tersebut diadakan dalam rangka mendukung kesiapan Bali Reborn: Pemulihan menuju tata hidup yang baru, kesiapan Bali menerima wisatawan. Hal ini adalah bentuk dukungan dari Kementerian Kesehatan dalam upaya untuk Pemerintah Provinsi Bali menerapkan strategi kesehatan yang dipadukan secara holistik ke dalam tatanan kehidupan baru pariwisata Bali, terutama Ubud, Nusa Dua, dan Sanur.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Menyelenggarakan acara tersebut dalam bentuk webinar yang melibatkan pihak-pihak yang berkompeten dan memiliki peranan penting untuk pariwisata di Bali. Diantaranya adalah Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali. Puskesmas di Kabupaten Badung serta majelis Desa Adat di Kabupaten Badung.

 Webinar ini mendatangkan narasumber antara lain dr. Imran Nurali selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ketua bidang perubahan perilaku satgas penanganan Covid-19 yang diwakili Ir. Irawati Hermantyo selaku koordinator pengembangan substansi dan komunitas, dr. Dirga Sakti Rambe, Sp.PD, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat. Acara ini memberikan harapan agar pariwisata Bali dapat pulih dan kembali normal. Seluruh tokoh masyarakat dan majelis adat Bali mendukung penerapan dan pemantauan protokol kesehatan di semua tatanan (tempat ibadah, tempat wisata, pasar, sekolah, restaurant, dan lain lain), dan mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya memutus mata rantai penularan. Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit! (Erl)