Loading...

Kemenkes Apresiasi Model Pemenuhan Hak Pelayanan Kesehatan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan ANAK (KtP/A) di RSUD Tarakan Jakarta



Jakarta - Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini bukan hanya disebabkan kasusnya yang bertambah, namun juga karena masyarakat semakin aware dengan KtP/A dan pelayanan KtP/A yang semakin mudah di akses oleh masyarakat.

Berdasarkan UU No. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), sektor kesehatan berperan penting dalam upaya pemenuhan hak pelayanan kesehatan bagi korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A), utamanya dalam mengenali atau mengidentifikasi kasus-kasus KtP/A, memberikan pelayanan yang komprehensif terhadap korban KtP/A, termasuk melakukan rujukan secara medis, sosial, dan hukum.

Namun saat ini baru 2.758 Puskesmas mampu tatalaksana KtPA dari total 10.292 Puskesmas di 514 Kab/Kota, dan 466 RS mampu tatalaksana KtP/A, dan baru 232 Rumah Sakit dengan Pusat Pelayanan Terpadu/PPT di 289 Kab/Kota. 

Untuk itu, Kementerian Kesehatan telah melakukan evaluasi dan pendampingan Daerah Percontohan Mampu Tatalaksana KtPA di 6 kabupaten/kota. Sebagai tindak lanjut dari evaluasi dan pendampingan tersebut, Kementerian Kesehatan memfasilitasi pelaksanaan kunjungan lapangan penanggung jawab di daerah dalam rangka pembelajaran baik bagi daerah lain sebagai adanya pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu tatalaksana kasus KtP/A.

Pada tanggal 20-22 November 2022 telah dilaksanakan kunjungan lapangan ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) pelayanan kesehatan korban KtP/A Bunga Tanjung di RSUD Tarakan Provinsi DKI Jakarta sebagai model fasilitas pelayanan kesehatan terintegrasi.

Selain dapat berkunjung dan melihat langsung fasilitas dan pelayanan di PPT Bunga Tanjung RSUD Tarakan Jakarta, peserta juga mendapatkan pemaparan terkait Kebijakan Pelayanan Kesehatan dalam Pencegahan dan Penanganan KtPA, Pembentukan PPT dan Tatalaksana Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KtPA, serta Integrasi Layanan P2TP2A dan RSUD dalam Penanganan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak. Materi tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan dari RSUD Tarakan Jakarta dan Kepala UPT P2TP2A Provinsi DKI Jakarta yang sudah menjalankan pelayanan di PPT ini beberapa tahun ke belakang.

Dengan adanya kunjungan ini peserta dapat mereplikasi bentuk PPT ini di daerah masing-masing, sehingga dapat menghasilkan banyak lagi PPT di daerah lainnya untuk dapat memberikan pelayanan dan berperan maksimal bagi upaya peningkatan kesehatan dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak.


Upaya perlindungan korban KtPA memang bukan hal yang mudah dan cepat. Dalam sambutannya, Direktur Usia Produktif dan Lanjut Usia, Kartini Rustandi mengajak untuk terus menumbuhkan empati pada korban serta terus berinovasi dalam memberikan pelayanan mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu peserta dari RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor, mengapresiasi proses pelayanan KtPA di PPT Bunga Tanjung RSUD Tarakan Jakarta. Hal ini dapat terus ditingkatkan sehingga kemudahan-kemudahan dan percepatan pelayanan dapat terus dirasakan masyarakat. “Saya senang datang ke RSUD Tarakan di Jakarta dapat berbagi dan sharing pengalaman dalam peningkatan pelayanan kesehatan kedepan,” ujarnya. (ma)