Loading...

Kementerian Kesehatan RI Bertransformasi



Jakarta - Konsep Henrik L. Blum tentang Analisis Derajat  Kesehatan adalah bahwa ada 4 fakfor yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan manusia yaitu : 45 % dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 30 % dipengaruhi faktor perilaku, 20 % dipengaruhi faktor adanya ketersediaan pelayanan kesehatan dan hanya 5 % dipengaruhi oleh faktor genetik. Artinya lingkungan dan perilaku yang paling besar memberikan kontribusi  untuk mewujudakan terciptanya derajat kesehatan manusia.

Sejalan dengan Konsep Henrik L. Blum untuk mengurai permasalahan yang ada, Kemenkes RI berupaya merubah strategi  Sistem Kesehatannya yaitu dengan menyiapkan pendekatannya dari hulu ke hilir. Srategi ini memiliki 5 prioritas Pembangunan Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pelayanan kesehatan dasar dengan peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi. Prioritas itu adalah : Peningkatan  kesehatan ibu,  anak, reproduksi, Percepatan  perbaikan gizi  masyarakat, Peningkatan  pengendalian  penyakit, Pembudayaan  Gerakan Masyarakat  Sehat dan Penguatan  Sistem  Kesehatan,  pengendalian obat dan makanan.

Pelaksanaan lima prioritas tersebut akan di Transformasikan dalam enam pilar, yaitu transformasi layanan primer, transformasi layanan  rujukan, transformasi sistem ketahanan  kesehatan, transformasi sistem  pembiayaan kesehatan, transformasi SDM  kesehatan dan transformasi teknologi  kesehatan.

1. Transformasi layanan primer  di jabarkan dalam 4 bagian :

A. Edukasi Penduduk : 7 kampanye utama:  imunisasi, gizi  seimbang, olah raga,  anti rokok, sanitasi &  kebersihan lingkungan,  skrining penyakit,  kepatuhan pengobatan

B. Pencegahan Primer : Penambahan  imunisasi rutin  menjadi 14 antigen  dan perluasan  cakupan di seluruh  Indonesia.

C. Pencegahan Sekunder : Skrining 14 penyakit  penyebab kematian  tertinggi di tiap sasaran  usia, skrining stunting,  & peningkatan ANC  untuk kesehatan ibu &  bayi.

D. Meningkatkan  kapasitas dan  kapabilitas  layanan primer : Pembangunan  Puskesmas di 171 kec.,  penyediaan 40 obat  esensial, pemenuhan  SDM kesehatan primer

2. Transformasi layanan rujukan denga cara Meningkatkan akses  dan mutu layanan  sekunder dan tersier, Pembangunan RS di  Kawasan Timur, jejaring  pengampuan 6 layanan  unggulan, kemitraan  dengan world’s top  healthcare centers.

3. Transformasi sistem ketahanan  kesehatan dengan cara : Meningkatkan  ketahanansektor  farmasi dan alat  kesehatan, Produksi dalam negeri  14 vaksin rutin, top 10  obat, top 10 alkes by  volume & by value dan Memperkuat  ketahanan  tanggap darurat, Jejaring nasional  surveilans berbasis lab,  tenaga cadangan  tanggap darurat, table  top exercise  kesiapsiagaan krisis.

4. Transformasi sistem  pembiayaan kesehatan Regulasi pembiayaan kesehatan dengan  cara 3 tujuan: tersedia, cukup, dan  berkelanjutan; alokasi yang adil; dan  pemanfaatan yang efektif dan efisien.

5. Transformasi SDM  Kesehatan Penambahan        kuota mahasiswa,  beasiswa         dalam dan            luar     negeri, kemudahan penyetaraan tenaga kesehatan lulusan  luar negeri.

6. Transformasi teknologi  kesehatan dengan cara : Pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi,  dan bioteknologi di sektor kesehatan.

Untuk  menjawab permasalahan  dan tantangan  PTM dimasa pandemi, maka diperlukan :

Memperkuat kemampuan  edukasi dan komunikasi dimana saja dan kapan saja tentang pentingnya program kesehatan masyarakat  dengan  edukasi melalui media cetak dan elektronik, sosial media, virtual zoom, iklan layanan masyarakat,  tokoh berpengharuh / influencer/ bloger/ Youtuber.

Memperkuat Jejaring Kemitraan dengan menanamkan pemahaman yang sama tentang pentingnya membangun dan menggalang kemitraan melalui pentahelix,  baik antar sesama profesi kesehatan maupun dengan mitra potensial yang memiliki visi dan misi yang sama dalam program kesehatan masyarakat.

Memperkuat Pemberdayaan Masyarakat  dengan mencari pola dan strategi yang sesuai dengan karakteritik dan sosial budaya masyarakat / kearifan budaya setempat, dalam rangka  merancang penggerakan masyarakat, termasuk bagaimana strategi menyampaikan pesan kesehatan  agar masyarakat tahu, mau dan mampu  mematuhi dengan penuh kesadaran untuk dijadikan kebiasaan dan gaya hidup berperilaku hidup bersih dan sehat sehari – hari.

oleh : Bambang Purwanto, SKM, MKM - Ahli Madya Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku