Loading...

Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Pesantren Sehat



Pesantren atau lebih dikenal dengan istilah pondok pesantren, diakui sebagai model lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Pesantren tidak hanya sekedar sebagai lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan (pendidikan keagamaan), namun juga sebagai lembaga sosial kemasyarakatan (local community organization) yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat. 

Banyaknya pesantren yang adaptif terhadap kemajuan zaman dan berusaha menjawab tantangan masa depan dengan menjadi pondok pesantren modern yang mengkombinasikan ilmu umum dan agama, tidak heran hingga saat ini pesantren masih menjadi pilihan bagi banyak orang tua maupun anak untuk menempuh pendidikannya. 

Dalam penyelenggaraannya, banyak aspek yang perlu diperhatikan termasuk didalamnya adalah terkait kebersihan, kesehatan dan keamanan upaya pencegahan dan pengendalian berbagai penyakit yang mungkin timbul di lingkungan pesantren. 

Oleh karena itu Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan Pertemuan Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Pesantren Sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 tahap, tahap pertama pada 7-9 September dan tahap kedua pada 14-16 September.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kapasitas Pelaksana Promosi Kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi berhubungan dengan Dana Dekonsentrasi tahun 2022 terkait penyelenggaraan Pesantren Sehat, dimana tahun ini akan dilaksanakan intervensi di 34 provinsi melalui dana dekonsentrasi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Ormas yang tahun 2022 telah terlibat dalam Pesantren Sehat, serta Lintas Program di Kementerian Kesehatan.

Mengutip dari Kasubdit Pendidikan Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag, Pesantren menjadi bagian yang harus sehat karena pesantren merupakan bagian dari masyarakat. Santri-santri dalam pesantren dapat menjadi contoh-contoh kesehatan yang harus menjadi teladan di lingkungan pondok pesantren. (ma)