Loading...

Penghargaan TPP, Bentuk Implementasi KMK 382/2020 Bagi Tempat Pengelolaan Pangan



Jakarta – Dalam rangka menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju masyarakat yang produktif dan aman terhadap Covid-19, maka diperlukan penataan penyelenggaraan berbagai kegiatan di tempat dan fasilitas umum dengan prioritas kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah fasilitas umum berupa tempat makan seperti restoran, café, dan sejenisnya. Yang secara khusus disebut sebagai Tempat Pengelolaan Pangan (TPP).

          Dan sebagai bentuk implementasi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020. Direktorat Kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Ditjen Kesmas) menyelenggarakan kegiatan penghargaan bagi TPP.

Kegiatan penghargaan TPP terdiri dari berbagai tahap, dimulai dari kegiatan persiapan penilaian tempat pengelolaan pangan sehat. Kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dokumen yang memenuhi syarat standar TPP yang sehat dan aman bagi pelanggan. Dan dalam melakukan penilaian tersebut akan dibentuk sebuah tim oleh Direktorat Kesehatan Lingkungan yang merupakan kolaborasi dari lintas Kementerian/Lembaga, seperti Kementerian Pariwisata, kalangan akademisi kesehatan lingkungan dari Universitas Indonesia, organisai ahli kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tidak lupa juga asosiasi pengusaha jasa boga dan keamanan pangan di Indonesia turut disertakan sebagai tim penilai.

Selanjutnya tim penilai akan bergerak turun lapangan meninjau dan menilai langsung lokasi TPP yang sudah lolos verifikasi awal, yang memenuhi standar nilai untuk dilakukan verifikasi lapangan.

Dari beberapa berkas/dokumen TPP yang masuk dan diniliai oleh tim penilai. Pada tahap awal akan didapatkan beberapa TPP nominasi yang berhasil lolos verifikasi dokumen dan akan dilakukan verifikasi lapangan. Verifikasi lapangan ini bertujuan untuk mecocokkan langsung antara dokumen yang dikirim dengan praktiknya di lapangan.

Selanjutnya setelah dilakukan verifikasi lapangan, maka tim penilai akan menentukan TPP manakah yang akan mendapat penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan dari Kementerian Kesehatan.

Kategori penilaian TPP ini semuanya mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020. Seperti misalnya dalam masa pandemi ini, maka setiap TPP harus memiliki Manajemen Protokol Kesehatan. Dimana setiap TPP harus memiliki Satgas Covid-19 yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penanganan Covid-19 di semua area TPP.

Harus memiliki SOP/Program/Kebijakan Protokol Pencegahan Covid-19, yang minimal berisi kebijakan penerapan protokol kesehatan 3M (menjaga jarak/tidak berkerumun, mencuci tangan pakai sabun/handsanitizer, dan mengenakan masker sebelum makan) di setiap area TPP.

Termasuk dalam area pengolahan pangan, seperti ruang penerimaan, ruang penyimpanan, pembersihan, dan pengolahan, juga harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan. Karyawan penjamah makanan harus mencuci tangan sebelum melakukan pekerjaannya. Menggunakan pakaian dan perlengkapan kerja yang benar, termasuk mengenakan penutup kepala dan celemek serta sarung tangan sesuai dengan kebutuhan kerjanya. Tidak lupa wajib mengenakan masker selama berada di area pengolahan pangan.

Selain untuk keselamatan dan keamanan pelanggan, penghargaan TPP ini juga tidak melupakan untuk memberikan penilaian pada fasilitas karyawan yang ada. Hal ini penting untuk kesehatan dan keamanan karyawan, karena karyawan yang sehat dan aman dalam melakukan pekerjaannya, maka akan tercipta juga kesehatan dan keamanan untuk pelanggan.


Penghargaan TPP ini berlaku untuk semua TPP di seluruh Indonesia yang berpartisipasi dalam mengikuti seleksinya dengan mengirimkan dokumen persyaratan penilaian. Untuk tahun 2021, peserta berasal dari 10 Provinsi, 25 Kabupaten, dan 10 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Kategori pesertanya terdiri dari Restoran, Restoran Hotel, Jasa Boga A, B, dan C. Kantin, dan Sentra Pangan Jajanan. Dan penilaian sudah mulai berjalan saat ini.

Tepatnya minggu lalu, pada 9-11 September, bertempat di The Margo Hotel telah berlangsung acara pertemuan Penentuan Pembina Terbaik TPP dan Penentuan Lokasi Verifikasi Lapangan. Acara yang dihadiri oleh seluruh tim penilai dan Dipimpin oleh Direktur Kesehatan Lingkungan, R. Vensya Sitohang ini telah berhasil menentukan beberapa TPP yang lolos verifikasi dokumen dan akan dilakukan verifikasi lapangan. Lokasinya tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Diantaranya, DKI Jakarta, Tangerang, Kalimantan, Lampung, Jambi. Verifikasi lapangan akan berlangsung sepanjang September hingga Oktober. (Erl)