Loading...

Peringatan Hari Ibu ke-92, Kementerian Kesehatan Prioritas Menurunkan Angka Kematian Ibu


Tangerang - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH menyatakan bahwa “jika ibu siap untuk memasuki masa kehamilan dan persalinan aman, maka akan melahirkan bayi yang sehat, hal ini penting karena ibu akan melahirkan bayi-bayi yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Masalah kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan ini sangat erat kaitannya, jika ibu yang hamil tidak sehat, maka akan memiliki risiko kelahiran bayi yang tidak sehat, seperti contohnya adalah akan lahirnya bayi prematur yang berisiko terhadap kehidupan bayinya di masa depan.”

Kenapa menurunkan angka kematian ibu menjadi prioritas, hal ini dikarenakan angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, berkisar empat hingga lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand. 

Lanjutnya, untuk mengatasi hal tersebut Kementerian Kesehatan melakukan pendekatan yang komprehensif di hulu dan hilir untuk menurunkan AKI. Seperti di hulu, Kemenkes menyiapkan program kesehatan reproduksi di kelompok usia remaja bekerjasama dengan Kemendikbud di sekolah menengah. Menyiapkan calon pengantin yang sehat dengan mengembangkan aplikasi untuk calon pengantin, program siap hamil (pembinaan ibu hamil), menyiapkan puskesmas dan Rumah Sakit untuk memberikan bantuan selama kehamilan dan persalinan. 

Kementerian Kesehatan akan terus memberikan pemahaman pada masyarakat dan pemerintah daerah, karena ini penting untuk diperbaiki dan ini juga menunjukan kesejahteraan suatu bangsa. “jika suatu negara tidak bisa meningkatkan kualitas ibu hamil dan bersalin, berarti kita belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi bangsa. Ini salah satu yang menjadi tugas pemerintah.” kata Kirana.

Rangkaian pernyataan tersebut disampaikan oleh Dirjen Kesmas saat acara virtual talkshow yang diadakan oleh Direktorat Kesehatan Keluarga dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-92 tahun 2020. Acara tersebut diadakan pada Rabu, 16/12/2020 di Tangerang. Selain Dirjen Kesmas, banyak tamu lain yang menginspirasi dan mengungkapkan bahwa kehadiran Ibu memiliki makna yang besar bagi seorang anak. Seperti yang dikisahkan oleh salah satu bintang tamu Ibu Musani Sri Budiani yang mengidap kanker stadium 4 tapi bisa sembuh dan tetap hidup hingga kini. Musani menyatakan bahwa kesembuhannya didapat karena rasa semangat, optimisme, dan doa yang diberikan oleh sang Ibu, yang saat ini berusia 84 tahun dan terus mendampinginya hingga sekarang. (Erl)