Loading...

Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan Melalui Sosialisasi dan Re-Orientasi Kelas Ibu Hamil



Salah satu intervensi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Stunting yang dilakukan adalah melalui edukasi ibu hamil untuk meningkatkan kemampuan pemantauan kesehatan dan gizi ibu dan bayi baru lahir. Petugas kesehatan melakukan intervensi tersebut salah satunya melalui kelas ibu hamil.

Ketersediaan tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan orientasi kelas ibu hamil belum menjangkau seluruh kabupaten/ kota, apalagi orientasi kelas ibu hamil terakhir dilakukan sebelum tahun 2018. Pelaksanaan kelas ibu hamil pun sempat terkendala pada masa pandemi COVID-19 dan memerlukan penyesuaian kebiasaan baru. 

Untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan penyegaran mengenai gizi dan kesehatan ibu hamil serta penyelenggaraan kelas ibu hamil sehingga mampu menyampaikan kembali kepada Ibu hamil maka Kementerian Kesehatan dengan dukungan Unicef telah mengembangkan media KIE gizi berbagai bentuk seperti audio, video, dan komik  untuk dapat digunakan pada kelas ibu Hamil. Sebagai tindak lanjut, pada 27 September dan 28-29 September 2022 telah dilakukan Sosialisasi dan Re-Orientasi bagi tenaga kesehatan dalam pengelolaan kelas ibu hamil sesuai dengan situasi terkini dan updating materi edukasi.

Antusiasme para tenaga kesehatan terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini melalui Zoom dan Youtube. Sosialisasi diikuti lebih dari 1.000 peserta yang merupakan pengelola program kesehatan keluarga dan gizi yang berasal dari dinkes provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Begitu juga dengan kegiatan Re-Orientasi Kelas Ibu Hamil yang diikuti Dinkes Provinsi dan Kabupaten/Kota, Puskesmas, dan Direktur RSUD seluruh Indonesia.

Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Ni Made Diah mengatakan, kelas ibu hamil merupakan layanan yang esensial bagi ibu dan bayi baru lahir. Melalui kelas ibu hamil, masyarakat bisa mendapatkan informasi dan edukasi seputar kehamilan mulai dari cara perawatan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga hal-hal yang harus dilakukan ketika bayi sudah lahir. Selain itu, Diah juga mengatakan kelas ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan akses ibu hamil terhadap fasilitas kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.(ma)