Loading...

Webinar Kolaboratif Edukasi Kesehatan Jiwa



Jakarta - Kesehatan jiwa saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar masyarakat global. Sebab kesehatan jiwa dapat berdampak pada kesehatan fisik, sosial, dan ekonomi individu dan masyarakat di seluruh dunia. Kurangnya akses untuk perawatan kesehatan jiwa dan stigma di masyarakat menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi kesehatan jiwa pasien yang dapat menyebabkan tindakan bunuh diri.  

WHO mencatat setiap tahun 703.000 orang bunuh diri dan masih banyak lagi orang yang melakukan percobaan bunuh diri. Kasus bunuh diri terdapat di seluruh rentang usia dan merupakan penyebab kematian keempat di antara usia 15-29 tahun secara global pada tahun 2019. Setiap tindakan bunuh diri adalah tragedi  yang mempengaruhi keluarga, komunitas dan seluruh negara dan memiliki efek jangka panjang  pada orang-orang yang ditinggalkan.

Kemenkes RI mendukung komitmen para Mitra dalam membantu mewujudkan masyarakat yang sehat fisik dan jiwa. Salah satunya yang dilakukan oleh PT Johnson & Johnson Indonesia pada hari Sabtu (10/9), telah diselenggarakan Public Webinar on Major Depressive Disorder with Suicidal Ideation and/or Behavior (MDSI): “Lighting the Hope for Depressive Suicidal Individuals Through Collaborative Action”.

Acara dibuka oleh Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI, drg. Vensya Sitohang, M.Epid, serta melibatkan moderator, pembicara dan panelis yang  mewakili berbagai kalangan yaitu Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf Sp.KJ, dr. Lahargo Kembaren Sp.KJ, Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp, M.App.Sc (Ikatan Perawat Klinis), Dra. A. Ratih Ibrahim (Psikolog Klinis), dr. Edu, Sp.KJ (Direktorat  Kesehatan Jiwa Kemenkes RI), P. Tri Agung Kristanto (Ketua Komisi III Dewan Pers), Benny  Perwira (Into The Light Indonesia), Nurul Eka Hidayati (Pekerja Sosial Independen Indonesia).

Dalam sambutannya, drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid mengatakan, ”Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 September bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga dunia akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa untuk mencegah pikiran atau tindakan bunuh diri. Bunuh diri dapat dicegah, oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan bunuh diri yang komprehensif melibatkan peran serta berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.”

Acara juga dihadiri oleh masyarakat umum termasuk para orangtua dan keluarga, komunitas, mahasiswa dan pelajar, kalangan akademisi, organisasi pasien dan NGO yang bergerak di ranah kesehatan jiwa, media, dan karyawan swasta.

Edukasi tentang kesehatan jiwapada masyarakat awam penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai Gangguan Depresi Mayor (Major Depressive Disorder/MDD) dengan keinginan untuk bunuh diri. Juga dapat menurunkan stigma negatif di masyarakat, agar lebih banyak pasien yang berani untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional di bidang kesehatan jiwa.(ma)