Konstribusi Kesmas dalam Kesehatan Masyarakat Global

Dipublikasikan Pada : Rabu, 01 Juli 2020, Dibaca : 252 Kali  

Jakarta - Dalam menghadapi era ‘new-normal’ di masa pandemic COVID-19, Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kesehatan menyelenggarakan webinar dengan tema ‘Diplomasi Kesehatan di Era New-Normal Global: Peluang dan Tantangan’. Webinar yang dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2020 ini bertujuan untuk mensosialisasikan capaian Diplomasi Kesehatan selama kurun waktu 2017-2020 dan selama pandemic COVID-19, serta peluang dan tantangan di era ‘new-normal’ Global.

 

‘Saat ini kita memahami betapa pentingnya diplomasi kesehatan dalam menata kesejahteraan dan kesehatan seluruh penduduk dunia di saat menghadapi pandemic COVID-19’, tegas drg. Oscar Primadi, MPH selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI.

 

Webinar yang dipandu oleh Kamaratih Purna Kusuma ini menghadirkan narasumber dari para Sekretaris Direktorat Jenderal dan Sekretaris Badan lingkup Kementerian Kesehatan RI. Pada webinar tersebut, dr. Eni Gustina, MPH selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat menyampaikan tentang Diplomasi Kesehatan Masyarakat.

 

dr. Eni Gustina menyampaikan capain diplomasi kesehatan masyarakat seperti pelatihan buku Kesehatan Ibu dan Anak terhadap 15 negara (ASEAN, Organisasi Konfederasi Islam, Kenya, dan Timor Leste), menginisiasi ASEAN Car Free Day dan senam peregangan pada pertemuan regional sebagai sarana untuk mengajak negara ASEAN melakukan aktivitas fisik dan edukasi kesehatan, mengembangkan model surveilans gizi, mitigasi, dan permodelan gizi pada situasi bencana untuk menanggulangi masalah gizi. Selain itu, Indonesia juga menjadi ketua Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment (APRFHE) 2020-2024 dengan mengusung tema 'The Role of Strategic Health and Environment on National Development to Achieve SDGs Goals''.

 

Sebagai penutup pemaparannya, dr. Eni Gustina menyampaikan Indonesia sebagai negara middle income country sudah saatnya mengedepankan isu diplomasi kesehatan masyarakat, kolaborasi dengan lintas program dan lintas sektor dalam mempersiapkan dukungan sumber daya manusia dan infrastruktur sebagai langkah strategis dalam menghadapi masalah kesehatan internasional.(rt)