Presiden Minta Tetap Fokus dalam Upaya Penurunan Stunting

Dipublikasikan Pada : Kamis, 06 Agustus 2020, Dibaca : 224 Kali  

Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk fokus kepada sepuluh provinsi dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting yang menjadi salah satu program di bidang sumber daya manusia. Upaya tersebut harus tetap berjalan di tengah upaya pengendalian Covid-19 yang tengah berlangsung saat ini.

 

Kesepuluh provinsi yang menjadi perhatian utama tersebut ialah provinsi dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia, yakni Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

 

Ada 4 arahan yang disampikan Presiden yaitu : focus pada 10 provinsi, memastikan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil maupun balita di Puskesmas dan Posyandu tetap berlangsung tidak berhenti di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sambungkan dengan program perlindungan social seperti Program Keluarga Harapan serta terus melakukan edukasi, sosialisasi bagi ibu hamil, keluarga tentang pencegahan stunting.

 

Upaya yang dilakukan Ditjen kesmas dalam penanggulangan Stunting pada masa pandemi adalah meningkatkan pelayanan gizi yang meliputi:Promosi dan dukungan menyusui, Kampanye gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat, Edukasi dan konseling pada masa Covid-19 tetap harus dilakukan dengan memanfaatkan media seperti telepon, SMS atau WhatsApp group, media cetak dan media sosial, untuk menyampaikan pesan kesehatan dan gizi. Kegiatan inidapat melibatkan semua sektor dan mitra pembanguna, Prioritaskan layanan pada balita gizi kurang dan gizi buruk difasilitas pelayanan kesehatan atau melalui kunjungan rumah, Pemberian makanan tambahan bagi balita Gizi Kurang dan Ibu Hamil KEK, Pemberian suplementasi gizi dan mengawasi donasi/pemberian susu formula. Sehingga pada tahun 2024 mendatang, angka prevalensi staunting dapat turun menjadi 14 persen.(bgs)