Dirjen Kesmas Turut Serta Pada Acara Sosialisasi Kebijakan dan Protokol Kesehatan Bagi Pelaku Indust

Dipublikasikan Pada : Kamis, 30 Juli 2020, Dibaca : 97 Kali  

Jakarta - Fajar Hutomo (Deputi bidang industri dan investasi Kemenparekraf) menyatakan bahwa, semenjak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar pasca pengumuman resmi adanya Covid-19 di Indonesia, Maret 2020, menyebabkan roda ekonomi berhenti khususnya pariwisata dan industri ekonomi kreatif. Pada kuartal kedua pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus. Tapi, kita tidak bisa terus menerus berada dalam situasi tanpa pergerakan, kita harus menjaga keseimbangan antara penanganan kesehatannya dengan penanganan pemulihan ekonominya. Sebagai bentuk penanganan Kesehatan untuk mendukung pergerakan industri ekonomi kreatif, maka setiap operasional usaha industri ekonomi kreatif harus melaksanakan protokol Kesehatan.

 

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengundang dr. Kirana Pritasari, MQIH (Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan) sebagai pembicara untuk mensosialisasikan kebijakan dan protokol Kesehatan bagi industri ekonomi kreatif. Acara tersebut diadakan pada Rabu, 29 Juli 2020 bertempat di Plataran Hutan Kota, GBK, Jakarta. Dirjen Kesmas menjelaskan bahwa setiap pelaku industri ekonomi kreatif harus dapat mengidentifikasi dirinya apakah termasuk dalam kelompok yang rentan atau tidak. Maka, bagi pelaku industri ekonomi kreatif wajib melaksanakan protokol Kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk melindungi masyarakat, dengan melakukan prinsip “Protect (Pencegahan), Detect (Deteksi), Response (Merespon).”

 

Protect/mencegah adalah dengan Memberikan informasi terus menerus bagaimana cara mencegah penularan Covid-19. Seperti, informasi wajib menggunakan masker, menjaga jarak/menghindari kerumunan, dan mencuci tangan secara periodik. Detect/Mendeteksi adalah dengan contoh mengukur suhu tubuh pengunjung/konsumen yang datang ke suatu lokasi. Response/merespon adalah jika di tempat wisata, tempat kerja, atau tempat umum menemukan ada pengunjung yang mengalami demam dan sesak nafas, segera kita lapor ke fasilitas Kesehatan terdekat apakah Puskesmas atau Dinas Kesehatan untuk segera diperiksa, jika perlu segera dilakukan pemeriksaan rapid test terlebih dulu atau jika bisa langsung dilakukan pemeriksaan swab. Jika pengunjung tersebut dinyatakan positif Covid-19, maka semua harus “di tracing/dilacak” siapa yang dekat dan bertemu dengan individu tersebut dalam 1 minggu tetakhir.

 

Kemenparekraf mendukung Protokol Kesehatan tersebut dengan mengeluarkan panduan tentang Kebijakan dan Protokol Kesehatan untuk 17 subsektor industri ekonomi kreatif (arsitektur, desain interior, game developer, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio), Fajar Hutomo juga menyatakan bahwa, mari bersama kita jaga Indonesia, di Indonesia saja, dan jangan lupa bangga buatan Indonesia, serta beli kreatif lokal. (Erl)